Minggu, 22 April 2012

Story of A Fool

So, di umur gw yg 24 ini gw gak pernah pacaran, sekalipun (baik sama co or ce). Dipikir-pikir, kemana aja gw selama ini? lol. Sebenernya klo naksir sih sering, tapi gak pernah 'goal', either karena orang yg gw suka itu str8 or karena gw nya yg menutup diri. 

Kalau mau flashback ke belakang, salah satu alasan gw menutup diri ini karena takut ditolak. Salah satu kontribusi-nya adalah cerita bodoh gw pas kuliah dulu. Jadi ceritanya gw punya temen baek (TTM-an lah) yg bikin gw 'attached' banget sama dia sampe akhirnya dia menjauh. 

So, I first met him on my first day at uni (sounds cheesy right? haha). Orang yg pertama gw kenal di kampus. Anaknya asik dan kita berdua nyambung. Nyambung berat malah. Pas lulus SMA itu, gw orangnya rada nerd en idealis, jadi jarang bisa nyambung sama orang. Obrolan kita bisa macem-macem: mostly economics and politics, lol. Gw seneng banget bisa dapat temen kayak dia. 

Bercermin dari pengalaman naksir-naksiran pas SD sampe SMA, gw gak berani buat fall in love sama dia (meski yg namanya 'jatuh' kan gak bisa direncanain ya haha). Intinya sih gw pengen maintain hubungan ini as friend aja, gak lebih. 

Then, everything changes when he bought a gay-themed DVD dan gw mulai berasumsi... Asumsi yg menggiring gw pada salah satu penyesalan terbesar di hidup gw. I started to have crush on him! atau lebih tepatnya: I let myself to fall... fall in love with him.

Dan mulailah gw jadi jerk, pake acara cemburuan kalo dia deket sama temen lain. Otomatis hubungan gw ma temen lain jadi jelek, padahal tadinya kita 1 geng. Well, mungkin bukan salah 'rasa' gw ke dia, tapi gw aja yg belum bisa meng-handle "rasa" itu. Pengennya bareng aja tiap hari, dunia cuma ada berdua, naif banget deh (andai gw bisa berpikir kyk sekarang, lol). 

So kayaknya gak tahan sama sikap gw yg posesif, dia mulai menjauh dari gw. Dan gw, gw hancur... Karena gw gak punya kehidupan selain sama dia. Jadi dari yg tadinya sms-an tiap hari, ketemuan tiap hari, makan bareng, pinjem-pinjeman barang, sekarang semuanya berubah.. Ditambah pertemanan gw ma temen lain yg udah jelek, whew..

Sekarang kejadiannya udah hampir 3 tahunan yg lalu. Di akhir kuliah, gw bisa perlahan memperbaiki hubungan gw sama dia dan juga temen-temen yg lain. Life goes on, sekarang kita udah pada kerja dan beberapa kesempatan kita masih suka ngumpul bareng. But, yeah, the trauma is still there.

Mungkin deskripsi paling tepat dari trauma gw adalah quote dari film "Love of Siam (LoS)":

"If we can love someone so much, how will we be able to handle it one day when we are separated? And if being separated is a part of life, and you know about separation well, is it possible that we can love someone and never be afraid of losing them? Or, is it possible that we can live our entire life without loving at all?"

Well, hopefully one day gw bakal bisa 'sembuh' dari trauma gw ini. Karena sebenernya jawaban dari pertanyaan di atas juga diberikan dalam film LoS:

"I believe as time goes by, we should agree that there is no such thing as 'too much love'. Even if we made mistakes along the way, it's better than never having tried to love and be loved. Wouldn't you agree? Life always gives us opportunities to start over after we learn from our mistakes."

I have been a fool, a naive, a reckless.. but I learned from my mistakes so that I can be a better person, a better man.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar